Rabu, 20 April 2016

Makalah Renang

MAKALAH RENANG “DI AJUKAN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA PELAJARAN PENJAS “ Disusun oleh : Nama : Andi Suryadi Kelas : IX-A SMPN 3 IBUN 2014 - 20 KATA PENGANTAR Puji syukur penulis penjatkan kehadirat Alloh SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “RENANG” Dalam Penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal ‘Alamiin. Penyusun DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Pembahasan BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Renang B. Dasar Belajar Renang 1. Pengenalan Air 2. Meluncur 3. Latihan Pernafasan C. Macam – Macam Gaya Olahraga Renang 1. Renang Gaya Bebas 2. Renang Gaya Dada 3. Renang Gaya Punggung BAB III PENUTUP A. Kesimpulan B. Saran BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Dilandasi atas dasar hobi saya berenang, dan untuk memenuhi tugas dari bapak guru, itu sebabnya saya selaku penyusun mengangkat olahraga renang ini sebagai makalah. Semua orang di dunia ini, pasti sudah tidak asing lagi tentang apa itu olahraga renang. Namun sebagian orang tidak mengetahui seluk beluk renang itu sendiri. Disini, saya mengemukakan tentang sejarah renang, macam – macam gara biasanya dilakukan tanpa perlengkapan buatan. Kegiatan ini dapat dimanfaatkan untuk rekreasi dan olahraga. Berenang dipakai sewaktu bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di air, mencari ikan, mandi, atau melakukan olahraga air. Berenang untuk keperluan rekreasi dan kompetisi dilakukan di kolam renang. Manusia juga berenang di sungai, danau, dan laut sebagai bentuk rekreasi. Olahraga renang membuat tubuh sehat karena hampir semua otot tubuh dipakai sewaktu berenang. BAB II PEMBAHASAN A. Sejarah Renang Manusia sudah dapat berenang sejak zaman prasejarah, bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di "gua perenang" yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Beberapa di antara dokumen tertua yang menyebut tentang berenang adalah Epos Gilgamesh, Iliad, Odyssey, dan Alkitab (Kitab Yehezkiel 47:5, Kisah Para Rasul 27:42, Kitab Yesaya 25:11), serta Beowulf dan hikayat-hikayat lain. Pada 1538, Nikolaus Wynmann seorang profesor bahasa dari Jerman menulis buku mengenai renang yang pertama, Perenang atau Dialog mengenai Seni Berenang (Der Schwimmer oder ein Zwiegespräch über die Schwimmkunst). Perlombaan renang di Eropa dimulai sekitar tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Sebagian besar peserta waktu itu berenang dengan gaya dada. Pada 1873, John Arthur Trudgen memperkenalkan gaya rangkak depan atau disebut gaya trudgen dalam perlombaan renang di dunia Barat. Trudgen menirunya dari teknik renang gaya bebas suku Indian di Amerika Selatan. Renang merupakan salah satu cabang olahraga dalam Olimpiade Athena 1896. Pada tahun 1900, gaya punggung dimasukkan sebagai nomor baru renang Olimpiade. Persatuan renang dunia, Federation Internationale de Natation (FINA) dibentuk pada 1908. Gaya kupu-kupu yang pada awalnya merupakan salah satu variasi gaya dada diterima sebagai suatu gaya tersendiri pada tahun 1952. B. Dasar Belajar Renang 1. Pengenalan Air Pengenalan air sangat perlu bagi mereka yang baru pertama kali belajar renang. Tujuannya adalah untuk menghilangkan rasa takut terhadap air dan mengenal sifat – sifat air seperti basah, dingin, dan sebagainya. Latihan pengenalan air dapat dilakukan dalam bentuk permainan atau yang lain, misalnya : • Berkejar – kejaran di kolam yang dangkal • Saling mencipratkan air ke muka teman • Memasukkan kepala dan badan ke dalam air • Menyelam melalui rintangan yang dibuat teman 2. Meluncur Setelah mengetahu sifat – sifat air, maka dilanjutkan dengan latihan meluncur dan mengapun, caranya adalah : • Berdiri dengan kedua tanganlurus, bungkukkan badan ke depan. • Letakkan kedua kaki pada lantai kolam, hingga badan terdorong ke depan dalam sikap mengembang dan meluncur. 3. Latihan Pernafasan a. Teknik Gerakan Pernafasan 1) Sikap Permulaan Berdiri kongkang di kolam dasar • Membungkukkan tubuh rata dengan air • Muka menghadap ke depan di antara kedua lengan yang dilurukjan ke depan. 2) Gerakan • Pernafasan dilakukan dengan memutar kepala ke kiri atau ke kokan, sehingga mulut mengambil nafas. • Gerakan tersebut bersamaan lengan searah dengan putaran kepala berada di belakang samping tubuh. b. Cara Melakukan Gerak Dasar Mengambil Nafas • Lakukan dengan posisi telungkup terapung, dan kedua tanmgan memegang dinding kolam. • Ambillah nafas melalui mulut dan masukkan muka ke dalam air, mata melihat ke depan sedikit. • Permukaan air di dahi, buang nafas melalui hidung. Setelah itu, putarkan kepala ke samping kanan / kiri berporos leher. Sehingga mulut dan mulut di atas permukaan air. C. Macam – Macam Gaya Dalam Olahraga Renang 1. Renang Gaya Bebas Gaya bebas (bahasa Inggris: front crawl) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping. Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air. Tidak seperti halnya gaya punggung, gaya dada, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional (FINA) tidak mengatur teknik yang digunakan dalam lomba renang kategori gaya bebas. Perenang dapat berenang dengan gaya apa saja, kecuali gaya dada, gaya punggung, atau gaya kupu-kupu. Walaupun sebenarnya masih ada teknik-teknik renang "gaya bebas" yang lain, gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam lomba renang gaya bebas, sehingga gaya krol identik dengan gaya bebas. a. Posisi Badan Gaya Bebas Posisi badan harus horizontal. Walaupun kaki masih cukup dalam di dalam air. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar posisi badan sejajar / horizontal yaitu : • Dahi dan telinga jangan sampai berada di atas permukaan air • Punggung dan pantat sedikit berada di atas permukaan air • Otot – otot perut dan leher rilek. b. Gerakan Kaki Gerakan kaki pada renang memberi dorongan ke depan mengatur keseimbangan tubuh. Adapun cara melakukan gerakan kaki pada renang gaya bebas adalah : • Gerakan kaki dimulai dari pangkal paha sampai dengan ujung jari • Pada waktu gerakan kaki ke bawah harus disertai cambukan dari pergelangan kaki. • Gerakan kaki ke atas dilakukan lemas (rilek) jangan sampai keluar dari permukaan air. • Gerakan kaki ke atas dan ke bawah dilakukan secara bergantian. c. Gerakan Lengan Gerakan tangan gaya bebas dibagi menjadi 3 tahap yaitu : • Gerakan menarik (pull) Dari posisi lurus ke depan, lengan ditarik silang di bawah dada dengan siku dibengkokkan. • Gerakan mendorong (push) Setelah siku mencapai bidang vertical bahu, dilanjutkan dengan mendorong sampai lengan lurus ke belakang. • Istirahat (Recovery) Setelah gerakan mendorong selesai dan tangan lurus ke belakang dilanjutkan dengan mengangkat siku keluar dari air diikuti lengan bawah dan jari – jari secara rileks digeser ke depan permukaan air kemudian jari – jari dimasukkan ke dalam air. 2. Renang Gaya Dada Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan. Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki. Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional (FINA), perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat. a. Gerakan Kaki • Kaki ditekuk (dengkul dibengkokkan/ditekuk) • Kemudian tendangkan/luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka (kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan) • Masih dalam posisi kaki lurus, kemudian kaki dirapatkan (sampai telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan ..ini akan menambah daya dorong) b. Gerakan Tangan • Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan saling bertemu & menempel) • Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah) • Luruskan tangan kembali. c. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas • Gerakan tangan dan kaki dilakukan bergantian. • Pengambilan nafas dilakukan ketika gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, kemudian kepala mendongak ke atas sambil mengambil nafas. 4. Renang Gaya Punggung Gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Gerakan kaki dan tangan serupa dengan gaya bebas, tapi dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung. Sewaktu berenang gaya punggung, posisi wajah berada di atas air sehingga perenang hanya melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan. Berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, atau gaya kupu-kupu yang dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung sewaktu berlomba melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam. Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali dipertandingkan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang dipertandingkan setelah gaya bebas. a. Gerakan Kaki • Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas) • Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok b. Gerakan Tangan • Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala • Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang • Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal c. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas. Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air. Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan. 4. Renang Gaya Kupu – Kupu Gaya kupu-kupu adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air. Dibandingkan gaya renang lainnya, berenang gaya kupu-kupu memerlukan kekuatan yang besar dari perenang. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Gaya kupu-kupu adalah gaya renang terbaru dalam pertandingan renang. Perenang gaya kupu-kupu pertama kali ikut dalam lomba renang pada tahun 1933. Berbeda dari gaya bebas, gaya dada, dan gaya punggung yang umumnya dapat mudah dikuasai, pemula perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki dalam gaya kupu-kupu. Sebagian besar pemula juga menganggap gaya kupu-kupu sebagai gaya tersulit untuk dipelajari. Dibandingkan ketiga gaya berenang lainnya, teknik gerakan yang buruk dalam gaya kupu-kupu tidak dapat ditutupi dengan besarnya tenaga yang dikeluarkan perenang. a. Gerakan Kaki • Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya. • Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air • Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan. b. Gerakan Tangan • Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya) • Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang. • Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan. c. Gerakan Kombinasi Tangan, Kaki & Mengambil Nafas Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas. Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian. D. Hal – Hal Yang Diperhatikan Dalam Renang 1. Hal – Hal Yang Harus Dilakukan Sebelum Berenang • Melakukan pemanasan untuk mencegah terjadinya kejang – kekang otot pada saat berenang. Pemanasan senam bisa dilakukan dengan cara menggerak – gerakkan badan (senam kecil) atau dengan berlari – lari kecil. • Mandi pada air pencuran yang tersedia sebelum masuk ke kolam renang. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bawa tubuh dalam keadaan bersih dan tubuh dapat menyesuaikan dengan suhu air. • Latihlah irama kaki terlebih dahulu, sebelum bentuk – bentuk latihan lainnya. 2. Hal – Hal Yang Harus Dilakukan Sesudah Berenang • Membasuh mata agar bersih dari kotoran. Hal ini perlu dilakukan karena air di dalam kolam renang biasanya kotor. • Jika telinga kemasukan air, diusahakan air bisa keluar kembali sambil loncat – loncat atau dengan cara yang lain. • Keringkan pakaian renang di tempat yang teduh (tidak panas) E. Manfaat Renang Bagi Tubuh 1. Meningkatkan Kualitas Jantung Dan Peredaran Darah Jantung merupakan organ tubuh yang memompa darah agar mengalir ke seluruh tubuh, sedangkan darah tersebut mengangkut sari – sari makanan dan oksigen sehingga terjadi proses pembakaran serta menghasilkan energi yang diperlukan untuk bergerak. 2. Meningkatkan Kapasitas Vital Paru – Paru Paru – paru berfungsi untuk mengambil oksigen yang sangat diperlukan dalam proses oksidasi (pembakaran). Renang akan melatih kerjaparu – paru dan meningkatkan kemampuan paru – paru untuk mengambil oksigen yang banyak. Dengan terpenuhinya oksigen maka proses pembakaran dalam tubuh menjadi lancar sehingga energi yang diperlukan dapat terpenuhi 3. Mempengaruhi Otot Mejadi Berisi Ketika berenang akan terjadi gerakan otot yang dinamis dan oto akan bekerja terus menerus. Hal ini kan membuat serabut otot bertambah banyak dan bertambah kuat. Sehingga otot – otot tubuh akan kelihatan lebih berisi / padat. BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Renang merupajan cabang dari salah satu olah raga air yang telah di perlombakan sejak tahun 1800 setelah dibangunnya kolam-kolam renang. Adapun bukti tertua mengenai berenang adalah lukisan-lukisan tentang perenang dari Zaman Batu telah ditemukan di "gua perenang" yang berdekatan dengan Wadi Sora di Gilf Kebir, Mesir barat daya. Catatan tertua mengenai berenang berasal dari 2000 SM. Berenang mempunyai beberapa macam gaya diantaranya yaitu gaya bebas, gaya punggung, gaya dada dan gaya kupu-kupu. Gaya berenang tersebut mempunyai cirri khas tersendiri dan teknik yang berbeda-beda untuk dapat mencapai kecepatan dalam berenang yang maksimal. Berenang dapat membugarkan tubuh dan untuk yang professional dapat mencetak prestasi dari tingkat nasional maupun internasional. Namun sebaiknya dalam memulai dan sesudah nya agar tubuh tidak terjangkit efek buruk dari berenang seperti kejang-kejang. Adapun manfaat berenang itu sendiri adalah meningkatkan kualitas jantung dan peredaran darah, meningkatkan kapasitas vital paru – paru dan mempengaruhi otot mejadi berisi B. Saran Berenang merupakan olahraga yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh kita, jadi diharapkan untuk dapat mengikutinya secara kontinyu kecuali ada hal-hal yang mengahalanginya seperti sakit. Diharapkan ada penjelasan tentang gaya berenang dan apa yang harus dilakukan sebelum dan sesudah berenang.
Kerajaan Islam di Nusantara 1. Kerajaan Perlak Kerajaan Perlak adalah kerajaan Islam tertua di Indonesia yang berdiri pada tahun 840. Hal ini sesuai dengan bukti sejarah yaitu naskah-naskah tua berbahasa Melayu, seperti Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah Wal Fasi, Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan As Salathin, serta Silsilah sultan-sultan Perlak dan Pasai. Raja pertama dari kerajaan ini adalah Saiyid Abdul Aziz yang bergelar Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Shah (840-964). Kerajaan ini mengalami masa jaya pada masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat (1225-1263). Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Johan Berdaulat mengawinkan putrinya yang bernama Putri Ganggang Sari (Putri Raihani) dengan Sultan Malikul Saleh dari Samudra Pasai serta Putri Ratna Kumala dengan Raja Tumasik (Singapura) yakni Iskandar Syah yang kemudian bergelar Sultan Muhammad Syah. Raja terakhir Kerajaan Perlak adalah Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Aziz Syah Johan Berdaulat (1263-1292). Setelah beliau wafat, Kerajaan Perlak disatukan dengan Kerajaan Samudra Pasai oleh Muhammad Malikul Dhahir putra Sultan Malikul Saleh dengan Putri Ganggang Sari. Keberadaan Kerajaan Perlak ini dibuktikan dengan adanya penemuan mata uang Perlak, yang terbuat dari emas (dirham), dari perak (kupang) dan dari tembaga atau kuningan. 2. Kerajaan Samudera Pasai Kerajaan Samudera Pasai didirikan abad ke-13 oleh Sultan Malik As Saleh yang terletak di sebelah utara Perlak, Lhok Seumawe (sekarang pantai timur Aceh), berbatasan langsung dengan Selat Malaka. Setelah Sultan Malik As Saleh wafat tahun 1297, beliau digantikan putra-putranya, yaitu: Sultan Muhammad (Sultan Malik al Tahir I) tahun 1297-1326; Sultan Ahmad (Sultan Malik al Zahir) tahun 1326-1348; Sultan Zainal Abidin tahun 1348. Bukti keberadaan kerajaan ini yaitu adanya catatan Ibnu Battuta (Maroko) tahun 1345, yang mencatat bahwa Kerajaan Samudra Pasai merupakan kerajaan dagang yang makmur. Banyak pedagang dari Jawa, Cina, dan India yang datang ke sana. Hal ini mengingat letak Samudera Pasai yang strategis di Selat Malaka. Mata uangnya uang emas yang disebut deureuham (dirham). 2. Kerajaan Aceh Kerajaan Aceh semula merupakan wilayah Kerajaan Pedir. Kerajaan Aceh berkembang setelah Kerajaan Samudra Pasai mengalami kemunduran dan Malaka dikuasai oleh Portugis. Atas usaha Sultan Ali Mughayat Syah, Aceh melepaskan diri dari Kerajaan Pedir. Setelah berkuasa pusat pemerintahannya dipindah ke Kutaraja (Banda Aceh). Raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Aceh antara lain: Sultan Ali Mughayat Syah (1513-1528). Kemudian diganti oleh Sultan Alaudin Riayat Syah (1537-1568). Pada masa pemerintahannya, pernah melakukan penyerangan terhadap Portugis. Kerajaan Aceh mengalami kemajuan pada saat pemerintahan Sultan Iskandar Muda (1607-1636). Pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda, hidup ulama besar yaitu Hamzah Fansuri, Syamsuddin As Sumtrani, Nuruddin Ar Raniri, dan Abdurrauf. Keempat ulama ini sangat berpengaruh bukan hanya di Aceh tetapi juga sampai ke Jawa. Pada masa pemerintahannya, Sultan Iskandar Muda menciptakan buku Undang-undang Hukum Mahkota Alam. Setelah wafat, Sultan Iskandar Muda digantikan Sultan Iskandar Thani (1636-1641). Setelah Sultan Iskandar Thani wafat, Kerajaan Aceh mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan karena tidak ada pemimpin yang mampu mengendalikan Aceh sepeninggal beliau. Selain itu, banyak daerah yang dikuasai Aceh melepaskan diri dan terjadinya pertikaian yang terus-menerus. 4. Kerajaan Demak Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Pulau Jawa yang didirikan oleh Raden Patah atas bantuan para wali. Raden Patah berkuasa pada tahun 1500-1518 yang bergelar Sultan Alam Akhbar al Fatah. Raden Patah putra dari Raja Brawijaya V, raja Majapahit yang dalam beberapa sumber sejarah disebutkan kemungkinan telah masuk Islam. Demak cepat berkembang sebagai kerajaan besar karena letaknya yang strategis (di daerah pantai), sehingga mudah berhubungan dengan dunia luar. Selain itu, Demak mempunyai beberapa pelabuhan seperti Jepara, Tuban, dan Gresik. Pada masa pemerintahan Raden Patah tepatnya tahun 1513, Demak melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka (ekspedisi militer I) di bawah pimpinan menantunya seorang keturunan Persia yang bernama Abdul Qadir bin Muhammad Yunus. Yang karena menjadi Adipati Jepara diberi gelar Adipati bin Yunus kemudian masyarakat biasa memanggilnya Pati Unus. Raja yang memerintah Kerajaan Demak setelah Raden Patah antara lain: a. Pati Unus Setelah wafat, Raden Patah digantikan oleh Pati Unus, sesuai dengan wasiat yang diberikan oleh Raden Patah. Pati Unus berkuasa menggantikan mertuanya hanya tiga tahun yaitu tahun 1518-1521, karena ia meninggal dalam memimpin ekspedisi militer II untuk menyerang Portugis, walaupun ia sudah diangkat menjadi sultan Demak. Pati Unus dikenal sebagai Pangeran Sabrang Lor, karena jasanya yang melakukan penyerangan terhadap Portugis di Malaka walau penyerangan tersebut mengalami kegagalan tetapi menimbulkan korban jiwa yang sangat besar dari pihak Portugis. Sultan Trenggana berkuasa dari tahun 1521-1546. Pada masa pemerintahannya, ia memerintahkan Panglima perangnya yang bernama Fatahillah guna mengusir Portugis dari Sunda Kelapa, Banten dan Cirebon pada tahun 1522. Atas prakarsa Fatahillah, nama Sunda Kelapa diubah menjadi Jayakarta (Jakarta). Sultan Trenggana wafat pada saat penyerangan ke Pasuruan pada tahun 1546. 5. Kerajaan Pajang Jaka Tingkir yang bergelar Sultan Hadiwijaya setelah naik tahta tidak serta merta melupakan para pembantunya yang telah berjasa dalam membantu mengalahkan Arya Penangsang. Misalnya Ki Ageng Pemanahan dihadiahi tanah di Mataram (Yogyakarta), setelah wafat kedudukannya digantikan anaknya yaitu Sutawijaya. Ki Penjawi dihadiahi wilayah di daerah Pati. Bupati Surabaya diangkat sebagai wakil raja dengan daerah kekuasaan Sedayu, Gresik, Surabaya, dan Panarukan. Sultan Hadiwijaya wafat pada tahun 1582, dan kedudukannya digantikan putranya yakni Pangeran Benawa. Saat Pangeran Benawa berkuasa, putra Sunan Prawoto yakni Arya Pangiri melakukan pemberontakan. Akan tetapi pemberontakan itu dapat dipadamkan Pangeran Benawa dengan bantuan Sutawijaya. Saat berkuasa Pangeran Benawa tidak dapat menggantikan kedudukan ayahnya dengan baik sebagai raja. Oleh karena itu Pangeran Benawa menyerahkan tahtanya kepada Sutawijaya yang pada waktu itu menjabat sebagai Adipati Mataram. Setelah menjabat sebagai raja, pada tahun 1586 Sutawijaya memindahkan Kerajaan Pajang ke Mataram. 6. Kerajaan Mataram Islam Setelah Kerajaan Pajang dipindah ke Mataram oleh Sutawijaya, maka Mataram menjadi kerajaan sendiri. Sutawijaya menjadi raja tahun 1586-1601 yang bergelar Panembahan Senopati Ing Alaga Sayidin Panatagama. Pada masa pemerintahannya banyak terjadi pemberontakan, seperti pemberontakan Bupati Madiun, Ponorogo, Demak, Surabaya, Kediri yang ingin memisahkan diri. Hal ini disebabkan Senopati telah mengangkat dirinya sebagai Raja Mataram. Padahal, pengangkatan dan pengesahan sebagai raja di wilayah Jawa biasanya dilakukan oleh wali. Setelah Panembahan Senopati wafat, kedudukannya digantikan oleh putranya yaitu Mas Jolang (1601-1613) yang bergelar Sultan Anyakrawati. Pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan, seperti pemberontakan Pangeran Puger (Demak) tahun 1602-1605 dan Pengeran Jayaraga (Ponorogo) tahun 1608. Sultan Anyakrawati wafat dalam pertempuran di daerah Krapyak, sehingga sering dikenal dengan sebutan Pangeran Sedo Ing Krapyak. Kedudukan Mas Jolang digantikan oleh Mas Rangsang (1613-1645) yang bergelar Sultan Agung Senopati ing Alogo Ngabdurracham Kalifatullah. Pada masa pemerintahannya Mataram mengalami zaman keemasan. Kemajuan dibidang sosial budaya yaitu: lahirnya Undang-Undang Surya Alam, Penanggalan Jawa (perpaduan antara Tarikh Saka dan Tarikh Hijriyah), dan beberapa buku karya sastra gending. Sultan Agung pernah melakukan penyerang terhadap VOC di Batavia pada tahun 1628 dan 1629, akan tetapi penyerangan tersebut mengalami kegagalan. Sultan Agung dalam menjalankan sistem pemerintahannya membagi dalam: 1. Kutanegara, daerah pusat keraton. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh Patih Lebet (Patih Dalam) yang dibantu Wedana Lebet (Wedana Dalam). 2. Negara Agung, daerah sekitar Kutanegara. Pelaksanaan pemerintahan dipegang Patih Jawi (Patih Luar) yang dibantu Wedana Jawi (Wedana Luar). 3. Mancanegara, daerah di luar negara Agung. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati. 4. Pesisir, daerah pesisir. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati atau Syahbandar. Setelah Sultan Agung wafat kedudukannya digantikan Amangkurat I (1645-1677). Pada masa pemerintahannya terjadi pemberontakan yang dilakukan Trunojoyo dari Madura, hal ini disebabkan Amangkurat I menjalin hubungan dengan Belanda. Dan pemberontakan itu dapat dipadamkan karena bantuan Belanda. Setelah Amangkurat I wafat, kedudukannya digantikan Amangkurat II (1677-1703). Pada masa pemerintahannya itu wilayah Mataram semakin sempit, karena diambil oleh Belanda. Sehingga raja-raja yang berkuasa setelah Amangkurat II tidak mampu menahan pengaruh Belanda yang semakin kuat. Pada tahun 1755, diadakan Perjanjian Giyanti yang mengakibatkan Mataram terpecah menjadi dua yaitu: 1. Ngayogyakarta Hadiningrat yang berpusat di Yogyakarta dengan Raja Mangkubumi yang bergelar Hamengku Buwono I. 2. Kesuhunan Surakarta yang berpusat di Surakarta dengan Raja Susuhunan Pakubuwono III. 7. Kerajaan Cirebon Dalam salah satu sumber sejarah peletak dasar-dasar Kerajaan Cirebon adalah Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Kemudian setelah beliau wafat kekuasaan Cirebon diserahkan kepada menantunya yang bernama Fadhulah Khan (dalam aksen Portugis menjadi Faletehan) yang mana setelah berhasil merebut Sunda Kelapa dari Portugis diberi gelar Fatahillah yang berarti Kemenangan Allah. Fatahillah sebelumnya adalah abdi dari Kerajaan Demak. Beliau diberi tugas oleh Sultan Trenggana di Sunda Kelapa, Banten dan Cirebon untuk mengusir Portugis dari wilayah tersebut. Tahun 1679, Cirebon terpaksa dibagi dua yaitu Kasepuhan dan Kanoman. Waktu itu VOC sudah bercokol kuat di Batavia. Dengan politik Devide at Impera, Kesultanan Kanoman di bagi dua, yakni Kasultanan Kanoman dan Kacirebonan. Dengan demikian kekuasaan Cirebon terbagi menjadi 3, yakni Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan. 8. Kerajaan Banten Semenjak menjadi kerajaan merdeka yang terlepas dari Kerajaan Demak, Kerajaan Banten mengalami kemajuan yang pesat begitu juga dengan agama Islam. Raja pertama Kerajaan Banten yaitu Sultan Hasanuddin (1552-1570), putra tertua dari Fatahillah. Adapun raja-raja yang pernah memerintah Kerajaan Banten setelah Sultan Hasanudin yaitu Panembahan Yusuf (1570-1580); Maulana Muhammad (1580-1596); Abu Mufakhir (1596-1640); Abu Mu’ali Ahmad Rahmatullah (1640-1651); Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682). Kerajaan Banten mencapai masa kejayaan di bawah pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa. Pada masa pemerintahannya, terjadi penyerangan terhadap VOC sebanyak tiga kali. Dengan siasat Devide at Impera, Sultan Ageng Tirtayasa diadu domba dengan putranya sendiri yaitu Sultan Haji. Akhirnya Sultan Ageng Tirtayasa dapat ditangkap dan diasingkan hingga wafat. Penggantinya, Sultan Haji memiliki kedekatan yang dekat dengan VOC, sehingga VOC dapat menguasai Banten. 9. Kerajaan Makassar Kerajaan Makassar merupakan kerajaan gabungan antara Kerajaan Gowa dan Tallo dengan ibukotanya di Sombaopu. Raja Gowa, Daeng Manrabia menjadi Raja Makassar pertama yang bergelar Sultan Alauddin, sementara Raja Tallo, Kraeng Mantoaya menjadi Perdana Menteri yang bergelar Sultan Abdullah. Pada masa pemerintahan Sultan Alauddin, agama Islam masuk dan berkembang di Makassar. Pengganti Sultan Alauddin ialah Sultan Muhammad Said (1639-1653). Kemudian Sultan Muhammad Said diganti putranya bernama Sultan Hasanuddin (1653-1669) yang dijuluki Ayam Jantan dari Timur. Kerajaan Makassar mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin. Kerajaan Makassar memiliki pelaut-pelaut yang tangguh terutama dari daerah Bugis. Mereka inilah yang memperkuat barisan pertahanan laut Makassar. Karena memiliki pelaut-pelaut yang tangguh dan terletak di pintu masuk jalur perdagangan Indonesia Timur, disusunlah Ade'Allapialing Bicarana Pabbalri'e, sebuah tata hukum niaga dan perniagaan dari sebuah naskah lontar yang ditulis oleh Amanna Gappa. Karena ketakutan Belanda, maka Belanda menyerang Kerajaan Makassar dengan bantuan Raja Bone yaitu Aru Palaka. Dan akhirnya pada tahun 1667, Belanda dapat memaksa Sultan Hasanuddin untuk menandatangani Perjanjian Bongaya. Isi dari Perjanjian Bongaya yaitu: Belanda memperoleh monopoli dagang rempah-rempah di Makassar; Belanda mendirikan benteng pertahanan di Makassar; Makassar harus melepaskan daerah kekuasaannya berupa daerah di luar Makassar; Aru Palaka diakui sebagai Raja Bone. Kemudian Sultan Hasanuddin diganti oleh Mapasomba. Tetapi Mapasomba berkuasa tidak terlalu lama karena adanya pengaruh Belanda yang besar. Akhirnya seluruh Sulawasi Selatan dapat dikuasai Belanda. 10. Kerajaan Ternate Kerajaan Ternate terletak di Maluku Utara dengan ibukota di Sampalu. Raja pertama Kerajaan Ternate adalah Gapi Buta dan setelah masuk Islam berganti nama menjadi Zainal Abidin yang berkuasa dari 1486-1500. Setelah wafat kedudukannya digantikan oleh Sultan Marhum. Kerajaan Ternate dapat berkembang pesat karena hasil buminya yang berupa rempah-rempah terutama cengkeh. Kerajaan Ternate mencapai kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Baabullah (1570-1583) di mana kekuasaannya mencapai Filipina. 11. Kerajaan Tidore Kerajaan Tidore terletak di sebelah selatan Kerajaan Ternate. Kerajaan Tidore dan Ternate semula hidup rukun dan damai. Akan tetapi, ketika Portugis dan Spanyol mulai datang ke Maluku, Ternate dan Tidore saling bermusuhan karena diadu domba oleh Portugis. Namun akhirnya kedua kerajaan tersebut bersatu mengusir Portugis. Raja Tidore yang terkenal adalah Sultan Nuku. Ketika kerajaan Ternate dan Tidore saling bermusuhan, muncul dua persekutuan dagang yakni Uli Lima dipimpin oleh Ternate dengan anggota Ambon, Bacan, Obi, dan Seram. Dan Uli Siwa dipimpin oleh Tidore dengan anggota Makean, Halmahera, Kai, dan pulau-pulau lain hingga ke Papua bagian barat. 12. Kerajaan Banjar Atas bantuan dari Kerajaan Demak, Pangeran Tumenggung Samudra dapat menjadi Raja Banjar. Setelah masuk Islam, Pangeran Tumenggung Samudra berganti nama menjadi Sultan Suryanullah. Selain Sultan Suryanullah, tokoh yang berperan mengembangkan Islam di wilayah ini diantaranya Datuk Ri Bandang, Tuan Tunggang Parangan, dan Aji di Langgar. Kerajaan Banjar mencapai masa kejayaan pada masa pemerintahan Pangeran Antasari yang sangat anti terhadap penjajahan Belanda. Tugas Mata Pelajaran IPS Disusun Oleh : 1. Andini Finawati 2. Imas Nurjanah 3. Susi Sulastri 4. Putri Sapitri Maharani SMP Negeri 3 Ibun 2016